Rekayasa Genetik Klub dan Gen ‘Devil’ Manchester United

Rekayasa Genetik Klub dan Gen 'Devil" Manchester United

Michael Carrick, salah satu pemain favorit beta di era Sir Alex Ferguson, ditunjuk menjadi pelatih interim Manchester United setelah rekannya di lini tengah, Darren Fletcher, memimpin MU di dua pertandingan pasca pemecatan Ruben Amorim.

Sebuah hasil yang positif. Carrick langsung memberikan impact luar biasa dengan kemenagan MU di Derby Manchester, 2-0 atas Manchester City. Pasca pertandingan tersebut, salah satu legenda MU, Wayne Rooney, menyebutkan bahwa Carrick telah mengembalikan DNA MU, setidaknya dalam pertandingan pertamanya. 

Beta sudah sering mendengar istilah “DNA Manchester United”, atau DNA klub sepakbola yang lain. Sebenarnya maknanya apa sih basudara ? Mari kita ulik.

DNA (Deoxyribonucleic Acid) adalah molekul yang menyimpan informasi genetik. Informasi genetik inilah yang menyebabkan lu mirip dengan orang tua lu, atau ketika lu tanam padi, ya yang muncul padi, bukan jagung hehe. Secara sederhana, bisa kita katakan bahwa DNA menentukan identitas makluk hidup. 

DNA Klub lebih dari sekedar permainan

Penafsiran ‘DNA klub sepakbola’ sangat sempit jika kita hanya melihat dari permainan di lapangan. Terminologi DNA lebih dari sekedar itu. Pada kajian biologi, dikenal istilah ‘Conserved DNA’, artinya molekul DNA yang dilestarikan dari generasi ke generasi. Contohnya molekul 16S rRNA pada prokariotik (bakteri) yang dilestarikan pada setiap spesies. 

Athletic Club atau biasanya disebut Athletic Bilbao adalah klub sepakbola yang sangat tepat jika dibilang memiliki DNA Conserved. Athletic Bilbao memiliki filosofi yang unik. Klub hanya boleh memainkan pemain yang lahir di wilayah Basque, atau pemain yang dibesarkan di wilayah Basque, atau pemain dari akademi mereka. Ini sudah berlangsung sejak musim 1911-1912. Bahkan hal ini mereka cantumkan di website mereka. Sangat tepat jika kita katakan hal ini adalah DNA Klub.

Pelatih sebagai agen perekayasa genetik Klub

Pelatih yang menangani sebuah klub dalam jangka waktu yang panjang dan memperoleh kesuksesan biasanya dianggap menjadikan klub tersebut memiliki DNA. Beberapa pelatih yang dikategorikan membawa ‘sesuatu’, sampai bisa kita katakan ‘ini adalah identitas/DNA klub’, seperti Pep Guardiola di Barcelona tahun 2008-2012. Saat itu kita disuguhkan dengan permainan tiki taka Barcelona, yang bahkan juga menjadi identitas untuk masa jaya timnas Spanyol di Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Tapi apakah setelah 2012 tiki taka masih ada di Barcelona dan timnas Spanyol ? atau pertanyaan lain adalah apakah ketika Pep Guardiola pindah ke Bayern Munich dan Manchester City dia mengaplikasikan tiki taka ?. Jawaban kedua pertanyaan ini kan tidak.

Pelatih-pelatih sepakbola memang identik dengan filosofi permainan mereka, misalnya Pep Guardiola dengan tika taka dan Jurgen Klopp dengan gegenpresing. Tapi mereka pun sangat adaptif untuk mengubah cara permainan mereka tersebut sesuai perkembangan jaman dan kebutuhan tim. 

Pada kajian biologi molekuler, suatu DNA dapat direkayasa dengan setidaknya 2 cara, yaitu delesi dan insersi. Delesi yaitu basa nitrogen dihapus, sedangkan insersi artinya ada basa nitrogen yang di tambahkan. Pelatih silih berganti datang dan pergi. Setiap pelatih  akan membawa DNA-nya sendiri ke klub yang dia latih. 

Pelatih yang bijak akan memilih untuk melakukan insersi. Artinya DNA yang dia bawa akan diintegrasikan dengan DNA klub yang sudah ada. Perpaduan ini akan tereplikasi menjadi produk ‘protein’ yang baru, dan bisa saja menjadi sifat unggul. Dalam sepakbola akan kelihatan dari permaninan di lapangan. Contoh paling tepat adalah apa yang dilakukan oleh Carlo Anceloti dengan kemampuan Man Management-nya di Real Madrid. 

Pelatih yang ‘ekstrim’ akan melakukan delesi DNA klub dan menggantinya dengan DNA yang dia bawa. Pada praktik ini, kita tidak lagi melihat DNA klub tersebut. Sulit dikatakan, tapi inilah yang dilakukan oleh Ruben Amorim. Manchester United yang identik dengan 442 dan pengembangannya, justru berubah menjadi 343.

Lalu apa sebenarnya DNA Manchester United ?

Beta mengutip wawancara Wayne Rooney bersama ESPN setelah pertandingan derby Manchester.

“You hear everyone, especially us as ex-players, talk about the United DNA and that has just shown what it is. Work rate off the ball, wingers getting back filling in and helping out the full-backs.”  “The work rate, the shape, the organisation of Manchester United today, the desire to get back and double up and help your teammates out and tackle and run without the ball, as quickly backwards and you do forwards.” Wayne Rooney via ESPN

DNA MU ada di lambang mereka, yaitu Red Devil. Gen ‘Devil’ MU memang sudah lama tidak terekspresikan. Permainan cepat (terutama lewat sayap), striker yang ngotot, serta pemain tengah dan belakang yang selalu ‘fighting’. Kita sempat disuguhkan permainan seperti ini saat Bruno Fernandes datang di tahun 2020. 

Kita lihat bersama apakah Michael Carrick mampu menampilkan gen ini kembali.

Cheers

[Artikel ini adalah bagian dari ATP PODCAST Episode 105 – Rekayasa Genetika Klub Sepakbola]